Senin, 12 Januari 2009

Banyak Perempuan Legislatif Tidak Memahami Tugas

Rabu, 27 Desember 2006

SEMARANG - Guna memperjuangkan keterwakilan perempuan di legeslatif, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) berencana akan melontarkan wacana pencarian "pejuang perempuan dan perempuan pejuang".

Hal itu diungkapkan Ketua KPPI Pusat Fernita Darwis, pada acara Diskusi Panel Penyebaran Komunikasi Informasi dan Edukasi tentang Keterwakilan Perempuan di Lembaga Legislatif di Hotel Muria, Selasa (26/12).

Kendati mengakui perempuan Indonesia memiliki potensi besar, namun masih banyak yang tidak memahami tugasnya di legislatif.

Dia menceritakan ada provinsi yang tergolong maju, tetapi angka kematian bayinya cukup tinggi.

"Hal itu mencerminkan anggota Dewan perempuan di sana tidak tahu apa yang harus diperjuangkan," katanya dalam acara yang diprakarsai Biro Pemberdayaan Perempuan Pemprov Jateng dan KPPI Jateng itu.

Tolak Jargon

Fernita dengan tegas menentang jargon yang pada pemilu 2004 lalu sering digunakan para caleg perempuan untuk mengumpulkan suara yakni "perempuan pilih perempuan". "Kalau begitu, anak lelaki dan suami si caleg perempuan nggak boleh memilih yang bersangkutan dong," ujarnya.

Disebutkan, para caleg wanita yang akan berlaga pada Pemilu 2009 harus bersiap-siap mulai sekarang. "Selain harus memiliki penampilan yang percaya diri dan bekal pendidikan (formal/informal), mereka harus memperluas jaringan dengan melakukan berbagai lobi pada setiap kesempatan."

Ketua Mapilu PWI Jateng yang juga dosen ilmu komunikasi FISIP Undip, Amirudin menjelaskan, adanya kultur oligarkhi elite menyebabkan wanita hanya dipasangkan pada nomor urut sepatu atau urutan bawah.

Amirudin juga mengakui bahwa sampai saat ini masih belum ditemukan formula untuk kaderisasi perempuan dalam parpol. (H11-60)


sumber: www.suaramerdeka.com

Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

Yang Tahu Kebutuhan Perempuan dan Anak © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO